Sejak 2020, Petani Kaltim Dapat Bantuan dari Pemprov
Bantuan bahan bakar minyak (BBM) disalurkan kepada kelompok tani. Mereka yang menerima telah memenuhi persyaratan sebagai pengguna alat dan mesin pertanian (Alsintan).
KEPALA Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur (Kaltim), Fahmi Himawan, menjelaskan ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional berbagai alat pertanian. Seperti traktor, pompa air, hingga mesin panen.
“Dengan dukungan operasional Alsintan yang memadai, petani diharapkan dapat mempercepat proses budidaya, mengurangi kehilangan hasil panen, serta meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya, seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Fahmi Himawan menerangkan, Pemprov Kaltim sebelumnya telah menyalurkan bantuan pompa air kepada petani. Pada 2020, sekira 70 unit pompa disalurkan. Kemudian pada 2024, pemerintah pusat kembali memberikan lebih dari 300 unit pompa dan telah didistribusikan ke 10 kabupaten dan kota di Kaltim.
“Pada tahun ini kami juga memberikan dukungan melalui anggaran bantuan BBM bagi para petani yang mengalami kekeringan,” terangnya.
“Bantuan ini digunakan untuk mengoperasikan pompa-pompa air yang telah disalurkan sehingga tetap dapat dimanfaatkan saat dibutuhkan,” sambung Fahmi.
Ia menyatakan, bantuan BBM diperuntukkan bagi pompa air yang menggunakan BBM jenis Pertamax. Penyalurannya dilakukan melalui usulan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Kemudian diverifikasi sebelum bantuan operasional diberikan kepada kelompok tani yang memenuhi persyaratan.
Selain menyalurkan bantuan BBM, DPTPH Kaltim juga terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian. Yakni melalui pendampingan kepada kelompok tani agar penggunaan Alsintan semakin optimal.
“Harapannya, pompa-pompa yang ada tetap bisa beroperasi dan dimanfaatkan ketika terjadi kekeringan,” paparnya.
“Pompa yang disalurkan merupakan pompa berukuran kecil yang bersifat mobile sehingga lebih mudah digunakan sesuai kebutuhan petani,” tambah Fahmi.
Ia berharap, program bantuan BBM dan optimalisasi pemanfaatan Alsintan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian. “Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kaltim dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Kaltim,” tandas Fahmi. (*)



